Jumat, 31 Maret 2017

CIRI DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK HIDUP



CIRI DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK HIDUP
A.  Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Semua makhluk hidup melakukan aktivitas untuk untuk bertahan hidup. Makhluk hidup terdiri dari dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri. Adapun ciri-ciri makhluk antara lain:
·         Bernafas
·         Memerlukan Makanan
·         Bergerak
·         Reproduksi
·         Peka terhadap Rangsang
·         Mengeluarkan Zat Sisa
·         Melakukan Adaptasi

B.  Ciri Khusus Pada Hewan dan Fungsinya
1.       Kelelawar
Ciri khusus :
Ø  mengeluarkan atau  menangkap bunyi ultrasonik, pendengaran tajam, mempunyai kemampuan ekolokasi yaitu mendeteksi benda-benda sekitar dan menentukan arah  terbang dengan suara/bunyi pantul.Fungsinya : memperoleh makanan
Ø  selaput tipis seperti sayap,Fungsinya : untuk terbang
Ø  tidur terbalik, Fungsinya : memudahkan kelelawar untuk memulai penerbangan , bergerak lebih cepat  dan  menghemat  energi.
2.       Lumba-lumba
Ciri khusus: mengeluarkan bunyi ultrasonik  dan mempunyai kemampuan ekolokasi, Fungsinya : memperoleh makanan
3.       Landak
Ciri khusus: kulit berduri, Fungsinya : melindungi diri  dari musuh
4.       Cicak
Ciri khusus:
Ø  autotomi (memutuskan ekornya, Fungsinya : melindungi diri
Ø  Lidah panjang dan lengket, Fungsinya : menangkap mangsa (serangga / nyamuk)
Ø  bantalan kaki lengket dan beralur, Fungsinya : berjalan di dinding
5.       Kadal
Ciri khusus : autotomi (memutuskan ekor), Fungsinya : untuk melindungi diri
6.       Bunglon
Ciri khusus:
Ø  mimikri (mengubah warna  kulit sesuai warna lingkungannya), Fungsinya : melindungi diri
Ø  Lidah panjang dan lengket, Fungsinya : menangkap mangsa
7.       Ular
Ciri khusus:
Ø  lidah bercabang dua, Fungsinya : mendeteksi mangsa
Ø  bisa beracun, Fungsinya : melindungi diri
8.       Cumi-cumi, Sotong, dan Gurita
Ciri khusus:
Ø  mengeluarkan cairan seperti tinta, Fungsinya : melindungi diri
Ø  memiliki tentakel, Fungsinya : menangkap mangsa dan bergerak
9.       Unta
Ciri khusus:
Ø  mempunyai punuk, Fungsinya : menyimpan cadangan makanan dalam bentuk lemak
Ø  bulu mata panjang dan dua lapis kelopak, Fungsinya : melindungi mata dari debu
Ø  banyak minum dan sedikit keringat, Fungsinya : bertahan hidup di gurun
Ø  kaki dan telapak kaki tebal,Fungsinya : supaya tidak terperosok dipasir dan melindungi dari pasir panas

10.    Bebek
Ciri khusus:
Ø  paruh berbentuk sudut, Fungsinya : mencari makan di lumpur
Ø  kaki berselaput, Fungsinya : berenang
Ø  bulu berlapis lilin, Fungsinya : tidak basah saat berenang
11.    Burung hantu
Ciri khusus:
Ø  penglihatan tajam, Fungsinya : mencari makan di malam hari
Ø  bulu yang lembut, Fungsinya : tidak terdengar pemangsa saat terbang
Ø  kepala dapat memutar, Fungsinya : memperluas pandangan
12.    Ikan sidat, belut listrik, ubur-ubur
Ciri khusus : mempunyai senjata berupa  arus  listrik, Fungsi : melindungi diri
13.    Lele
Ciri khusus:
Ø  memiliki labirin, Fungsinya : bernafas di air yang keruh dan kurang O2
Ø  memiliki senjata berupa patil, Fungsinya : melindungi diri
Ø  memiliki misai,Fungsinya : mendeteksi mangsa dan lingkungan
Ø  tubuh berlendir, Fungsinya : memudahkan bergerak  di lumpur
Ø  insang berlapis,Fungsinya  :  bernafas dalam  lumpur
14.    Trenggiling, Luing
Ciri khusus : kulit keras dan menggulingkan badan seperti bola, Fungsinya : untuk melindungi diri
15.    Lebah, Kelabang, Kalajengking
Ciri khusus : sangat beracun, Fungsinya : melindungi diri
16.    Gajah
Ciri khusus : mendengar bunyi infrasonik dan bertelinga lebar, Fungsi : memperlebar pendengaran dan berkomunikasi dengan sesama
17.    Singa
Ciri khusus: warna  bulu seperti rumput kering, Fungsi : menyamar (kamuflase) agar tidak diketahui mangsa

18.    Kera dan tupai
Ciri khusus : ekor   panjang dan berjumbai, Fungsi : menjaga keseimbangan ketika melompat
19.    Katak
Ciri khusus:
Ø  kaki berselaput, Fungsinya : berenang
Ø  kulit berlendir, Fungsinya : membantu bernafas
Ø  kaki belakang lebih panjang, Fungsinya : melompat dan  melindungi diri
20.    Ikan Gurameh
Ciri khusus:
Ø  memiliki labirin, Fungsinya : membantu bernafas dalam air keruh
Ø  memiliki misai, Fungsinya : mendeteksi  kondisi lingkungan
21.    Semut
Ciri khusus :  mata buta tapi memiliki antena, Fungsinya : mendeteksi makanan dan berkomunikasi
22.    Rayap
Ciri khusus:
Ø  mata buta tapi memiliki antena, Fungsinya : mendeteksi makanan dan berkomunikasi
Ø  bersimbiosis dengan flagellata, Fungsinya : dapat memakan kayu yang sudah  lapuk
23.    Kucing
Ciri khusus:
Ø  memiliki misai, Fungsinya : menentukan arah saat berjalan di ruang gelap
Ø  penglihatan tajam, Fungsinya : mencari mangsa di malam hari
Ø  dapat memasukkan kuku cakar, Fungsinya : tidak terdengar mangsa saat berjalan
Ø  Tidur membungkuk, Fungsinya  : agar tetap hangat dan panas tubuh tidak keluar
Ø  bola mata mengecil dan membesar, Fungsinya :  mengatur banyak cahaya  yang  masuk
Ø  alat keseimbangan pada telinga, Fungsiya :  agar tidak jatuh pada posisi  berdiri


24.    Anjing
Ciri khusus:
Ø  menjulurkan lidah, Fungsinya : mengeluarkan panas dari tubuh
Ø  tidur membungkuk, Fungsinya : agar tetap hangat dan panas tubuh tidak keluar
Ø  penciuman tajam, Fungsinya : mendeteksi makanan
Ø  menggerakan  daun telinga, Fungsinya  : mencari sumber suara agar  lebih jelas
25.    Ayam Jantan
Ciri khusus
Ø  memiliki taju  (jalu), Fungsinya : melindungi diri
Ø  mengembangkan bulu saat bertarung, Fungsinya : menakuti musuh
26.    Ikan Pemanah
Ciri khusus : menyemprotkan air, Fungsinya : mendapatkan makanan berupa serangga
27.    Kuskus
Ciri khusus : mengeluarkan kentut  yang  sangat  bau, Fungsinya :melindungi diri
28.    Landak semut
Ciri khusus : lidah panjang dan lengket, Fungsinya : untuk menangkap serangga
29.    Laba-laba
Ciri khusus : perutnya mnghasilkan  cairan sutra,Fungsinya : untuk membuat jaring dalam  menjbak  mangsanya.
C.  Ciri Khusus Pada Tumbuhan dan Fungsinya
1.       Kantung semar (sundew)
Ciri khusus:
Ø  menghasilkan bau khas, Fungsinya : untuk menarik serangga
Ø  cairan lengket dan licin di mulut kantung, Fungsinya : agar serangga  terpeleset dan masuk
Ø  menghasilkan cairan enzim, Fungsinya : mencerna serangga  untuk memenuhi kebutuhan nitrogen
2.       Kaktus
Ciri khusus:
Ø  daun mengecil dan berbentuk duri, Fungsinya : mengurangi penguapan
Ø  batang tebal dan berair, Fungsinya : menyimpan air
Ø  kulit batang berlapis lilin, Fungsinya : mengurangi penguapan
Ø  akar panjan, Fungsinya : mencari air lebih banyak
3.       Raflesia, Bunga Bangkai
Ciri khusus: mengeluarkan bau busuk, Fungsinya : menarik serangga untuk membantu penyerbukan
4.       Teratai
Ciri khusus:
Ø  daun lebar dan tipis, Fungsinya : mempercepat penguapan air
Ø  batang berongga, Fungsinya : menyimpan oksigen untuk bernafas / mengapung
5.       Enceng gondok
Ciri khusus:
Ø  batang menggelembung, Fungsinya : mengapung di air
Ø  akar serabut dan lebat, Fungsinya : menjaga keseimbangan dari terjangan arus air
6.       Venus (kejora)
Ciri khusus:
Ø  rambut peka, Fungsinya : untuk mendeteksi mangsa
Ø  daun berengsel dan berbulu, Fungsinya : menjebak  serangga
Ø  menghasilkan cairan enzim, Fungsinya : mencerna serangga  untuk memenuhi kebutuhan nitrogen
7.       Tumbuhan Embun Matahari
Ciri khusus:
Ø  terdapat titik –titik cairan yang gemerlap bila terkena sinar matahari, Fungsinya : untuk memancing serangga agar menghampirinya
Ø  jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut, helai-helai daun akan mengakup, Fungsinya : untuk mencengkeram serangga dihancurkan dengan air pencerna
8.       Jati, mahoni, kapas dan kedondong
Ciri khusus: menggugurkan daun di musim kemarau (meranggas), Fungsinya : mengurangi penguapan
9.         Bakau
Ciri khusus: memiliki akar tunjang dan menjulang, Fungsinya : melindungi dari ombak (abrasi) dan bernafas (menghirup oksigen)
10.   Talas dan keladi
Ciri khusus: berdaun lebar dan tipis, Fungsinya : mempercepat penguapan
11.   Pisang
Ciri khusus: daun bagian bawah berlapis lilin, Fungsinya : mengurangi penguapan
12.   Mawar, salak, putri malu, bougenvile
Ciri khusus: batang berduri, Fungsinya : melindungi diri
13.   Rumput, kunyit dan jahe-jahean
Ciri khusus: mengeringkan daun pada musim kemarau,Fungsinya : mengurangi penguapan
14.   Kangkung
Ciri khusus: batang berongga, Fungsinya : menyimpan udara dan bernafas
15.   Padi dan jagung
Ciri khusus: menggulungkan daun saat panas, Fungsinya : mengurangi penguapan
16.   Beringin
Ciri khusus: akar gantung, Fungsinya : menghirup uap air dan gas
17.   Durian dan nangka
Ciri khusus: buah berduri, Fungsinya : melindungi diri
18.   Kamboja, nangka
Ciri khusus: menghasilkan  getah, Fungsinya : melindungi diri
19.   Lidah buaya
Ciri khusus: daun tebal dan berair, Fungsinya : menyimpan cadangan air
D.  Penggolongan Hewan
1.     Berdasarkan Tempat Hidup
Ø  Hewan darat :  sapi, kambing, kerbau, cacing,  burung
Ø  Hewan air : ikan cumi-cumi, udang,  ubur-ubur, belut, lele
Ø  Hewan darat dan air : katak, salamander
2.     Berdasarkan Jenis Makanan
Ø  Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) : sapi, kambing, kelinci, ikan, gurame, burung kaka tua
Ø  Hewan pemakan daging (karnivora) : harimau, singa, serigala, buaya, pelikan, hiu, paus, lumba-lumba
Ø  Hewan pemakan tumbuhan dan hewan lain (omnivora) : ayam, bebek, tikus, kera
3.     Berdasarkan Penutup Tubuh
Ø  Bersisik : ikan, ular, buaya, cicak
Ø  Berbulu : ayam, burung, bebek
Ø  Berambut :  kucing, anjing, sapi
Ø  Cangkang : siput, bekicot, kerang
Ø  Berlendir : cacing, lele, belut
4.     Berdasarkan Cara Bergerak
Ø  Bergerak menggunakan kaki : gajah, ayam, kucing, katak, kelinci
Ø  Bergerak menggunakan sayap : burung, kupu-kupu,  kelelawar
Ø  Bergerak menggunakan perut : ular, cacing, bekicot, siput,
Ø  Bergerak menggunakan perut dan  kaki : kadal, buaya, penyu, biawak, komodo
5.     Berdasarkan Cara Berkembang Biak
Ø  Bertelur (ovipar)  : unggas dan burung,  platypuus, buaya, penyu
Ø  Melahirkan (vivipar) : mamalia  kecuali  platypus (sapi, gajah, dll)
Ø  Bertelur dan melahirkan (ovovivipar) : ikan hiu, kadal, ular boa
6.     Berdasarkan Alat Pernafasan
Ø  Paru-paru : mamalia,  burung dan unggas, kadal, cicak
Ø  Insang : ikan, berudu, lele, hiu, kuda laut, udang, belut
Ø  Trakea : serangga (kupu-kupu, semut, laba-laba, kumbang)
Ø  Kulit : cacing tanah, katak
7.     Berdasarkan  Cara Fertilisasi (pembuahan)
Ø  Fertilisasi internal  : ayam, sapi,  buaya, paus, anjing laut
Ø  Fertilisasi eksternal : semua jenis ikan dan katak
E.   Penggolongan Tumbuhan
1.     Akar
Ø  Serabut : jagung, padi, tebu,  enceng gondok, pisang, salak, kelapa
Ø  Tunggang : jati, mangga, rambutan, bayam, kacang tanah
2.     Batang
Ø  Berbatang rumput : padi, jagung
Ø  Berbatang kayu :  mangga, jeruk,  rambutan
Ø  Berbatang basah : bayam, pisang, pacar air
Ø  Batang menjalar di tanah :  semangka, mentimun, ubi jalar
3.     Daun
Ø  Tulang daun menyirip : daun mangga, daun jambu, daun jeruk
Ø  Tulang daun melengkung : daun waru, daun sirih, enceng gondok, genjer
Ø  Tulang daun menjari : daun singkong, daun pepaya, daun anggur,  daun jarak, daun kapas
Ø  Tulang daun sejajar : daun tebu, daun jagung, daun padi, daun pandan, rumput gajah
4.     Biji
Ø  Berkeping satu (monokotil) : padi, jagung, salak, kelapa, pinang
Ø  Berkeping dua ( dikotil) : kacang-kacangan, pepaya,  jambu, mangga, rambutan
5.     Tempat hidupnya
Ø  Hidrofit (hidup di air) :  enceng gondok, teratai, hydrilla
Ø  Hygrofit (tempat  lembab) : talas, keladi, tumbuhan paku, lumut
Ø  Xerofit (tempat kering) : kaktus
Ø  Epifit  (menempel) : anggrek, lumut, tumbuhan paku, sirih
Ø  Parasit (menumpang) :  benalu, tali putri, raflesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar