CIRI DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK HIDUP
A. Ciri-Ciri
Makhluk Hidup
Semua makhluk hidup melakukan aktivitas untuk untuk bertahan
hidup. Makhluk hidup terdiri dari dari manusia, hewan, dan tumbuhan.
Setiap makhluk hidup memiliki ciri-ciri. Adapun ciri-ciri makhluk
antara lain:
·
Bernafas
·
Memerlukan Makanan
·
Bergerak
·
Reproduksi
·
Peka terhadap Rangsang
·
Mengeluarkan Zat Sisa
·
Melakukan Adaptasi
B. Ciri Khusus
Pada Hewan dan Fungsinya
1. Kelelawar
Ciri khusus :
Ø mengeluarkan
atau menangkap bunyi ultrasonik,
pendengaran tajam, mempunyai kemampuan ekolokasi yaitu mendeteksi benda-benda
sekitar dan menentukan arah terbang
dengan suara/bunyi pantul.Fungsinya : memperoleh makanan
Ø selaput
tipis seperti sayap,Fungsinya : untuk terbang
Ø tidur
terbalik, Fungsinya : memudahkan kelelawar untuk memulai penerbangan , bergerak
lebih cepat dan menghemat
energi.
2. Lumba-lumba
Ciri khusus: mengeluarkan bunyi ultrasonik dan mempunyai kemampuan ekolokasi, Fungsinya
: memperoleh makanan
3. Landak
Ciri khusus: kulit berduri, Fungsinya :
melindungi diri dari musuh
4. Cicak
Ciri khusus:
Ø autotomi
(memutuskan ekornya, Fungsinya : melindungi diri
Ø Lidah
panjang dan lengket, Fungsinya : menangkap mangsa (serangga / nyamuk)
Ø bantalan
kaki lengket dan beralur, Fungsinya : berjalan di dinding
5. Kadal
Ciri khusus : autotomi (memutuskan ekor),
Fungsinya : untuk melindungi diri
6. Bunglon
Ciri khusus:
Ø mimikri
(mengubah warna kulit sesuai warna
lingkungannya), Fungsinya : melindungi diri
Ø Lidah
panjang dan lengket, Fungsinya : menangkap mangsa
7. Ular
Ciri khusus:
Ø lidah
bercabang dua, Fungsinya : mendeteksi mangsa
Ø bisa
beracun, Fungsinya : melindungi diri
8. Cumi-cumi,
Sotong, dan Gurita
Ciri khusus:
Ø mengeluarkan
cairan seperti tinta, Fungsinya : melindungi diri
Ø memiliki
tentakel, Fungsinya : menangkap mangsa dan bergerak
9. Unta
Ciri khusus:
Ø mempunyai
punuk, Fungsinya : menyimpan cadangan makanan dalam bentuk lemak
Ø bulu
mata panjang dan dua lapis kelopak, Fungsinya : melindungi mata dari debu
Ø banyak
minum dan sedikit keringat, Fungsinya : bertahan hidup di gurun
Ø kaki
dan telapak kaki tebal,Fungsinya : supaya tidak terperosok dipasir dan
melindungi dari pasir panas
10. Bebek
Ciri khusus:
Ø paruh
berbentuk sudut, Fungsinya : mencari makan di lumpur
Ø kaki
berselaput, Fungsinya : berenang
Ø bulu
berlapis lilin, Fungsinya : tidak basah saat berenang
11.
Burung hantu
Ciri
khusus:
Ø penglihatan
tajam, Fungsinya : mencari makan di malam hari
Ø bulu
yang lembut, Fungsinya : tidak terdengar pemangsa saat terbang
Ø kepala
dapat memutar, Fungsinya : memperluas pandangan
12.
Ikan sidat, belut listrik, ubur-ubur
Ciri
khusus : mempunyai senjata berupa
arus listrik, Fungsi : melindungi
diri
13.
Lele
Ciri
khusus:
Ø memiliki
labirin, Fungsinya : bernafas di air yang keruh dan kurang O2
Ø memiliki
senjata berupa patil, Fungsinya : melindungi diri
Ø memiliki
misai,Fungsinya : mendeteksi mangsa dan lingkungan
Ø tubuh
berlendir, Fungsinya : memudahkan bergerak
di lumpur
Ø insang
berlapis,Fungsinya : bernafas dalam lumpur
14.
Trenggiling, Luing
Ciri
khusus : kulit keras dan menggulingkan badan seperti bola, Fungsinya :
untuk melindungi diri
15.
Lebah, Kelabang, Kalajengking
Ciri
khusus : sangat beracun, Fungsinya : melindungi diri
16.
Gajah
Ciri khusus : mendengar bunyi infrasonik dan bertelinga lebar, Fungsi :
memperlebar pendengaran dan berkomunikasi dengan sesama
17.
Singa
Ciri khusus: warna bulu seperti rumput
kering, Fungsi : menyamar (kamuflase) agar tidak diketahui mangsa
18.
Kera dan tupai
Ciri
khusus : ekor panjang dan
berjumbai, Fungsi : menjaga keseimbangan ketika melompat
19.
Katak
Ciri
khusus:
Ø kaki
berselaput, Fungsinya : berenang
Ø kulit
berlendir, Fungsinya : membantu bernafas
Ø kaki
belakang lebih panjang, Fungsinya : melompat dan melindungi diri
20.
Ikan Gurameh
Ciri
khusus:
Ø memiliki
labirin, Fungsinya : membantu bernafas dalam air keruh
Ø memiliki
misai, Fungsinya : mendeteksi kondisi
lingkungan
21.
Semut
Ciri khusus : mata buta tapi memiliki
antena, Fungsinya : mendeteksi makanan dan berkomunikasi
22.
Rayap
Ciri khusus:
Ø mata
buta tapi memiliki antena, Fungsinya : mendeteksi makanan dan berkomunikasi
Ø bersimbiosis
dengan flagellata, Fungsinya : dapat memakan kayu yang sudah lapuk
23.
Kucing
Ciri
khusus:
Ø memiliki
misai, Fungsinya : menentukan arah saat berjalan di ruang gelap
Ø penglihatan
tajam, Fungsinya : mencari mangsa di malam hari
Ø dapat
memasukkan kuku cakar, Fungsinya : tidak terdengar mangsa saat berjalan
Ø Tidur
membungkuk, Fungsinya : agar tetap
hangat dan panas tubuh tidak keluar
Ø bola
mata mengecil dan membesar, Fungsinya :
mengatur banyak cahaya yang masuk
Ø alat
keseimbangan pada telinga, Fungsiya :
agar tidak jatuh pada posisi
berdiri
24. Anjing
Ciri khusus:
Ø menjulurkan
lidah, Fungsinya : mengeluarkan panas dari tubuh
Ø tidur
membungkuk, Fungsinya : agar tetap hangat dan panas tubuh tidak keluar
Ø penciuman
tajam, Fungsinya : mendeteksi makanan
Ø menggerakan daun telinga, Fungsinya : mencari sumber suara agar lebih jelas
25. Ayam
Jantan
Ciri khusus
Ø memiliki
taju (jalu), Fungsinya : melindungi diri
Ø mengembangkan
bulu saat bertarung, Fungsinya : menakuti musuh
26.
Ikan Pemanah
Ciri
khusus : menyemprotkan air, Fungsinya : mendapatkan makanan berupa
serangga
27.
Kuskus
Ciri
khusus : mengeluarkan kentut
yang sangat bau, Fungsinya :melindungi diri
28.
Landak semut
Ciri
khusus : lidah panjang dan lengket, Fungsinya : untuk menangkap serangga
29.
Laba-laba
Ciri khusus : perutnya mnghasilkan
cairan sutra,Fungsinya : untuk membuat jaring dalam menjbak
mangsanya.
C. Ciri Khusus
Pada Tumbuhan dan Fungsinya
1.
Kantung semar (sundew)
Ciri khusus:
Ø menghasilkan
bau khas, Fungsinya : untuk menarik serangga
Ø cairan
lengket dan licin di mulut kantung, Fungsinya : agar serangga terpeleset dan masuk
Ø menghasilkan
cairan enzim, Fungsinya : mencerna serangga
untuk memenuhi kebutuhan nitrogen
2.
Kaktus
Ciri khusus:
Ø daun
mengecil dan berbentuk duri, Fungsinya : mengurangi penguapan
Ø batang
tebal dan berair, Fungsinya : menyimpan air
Ø kulit
batang berlapis lilin, Fungsinya : mengurangi penguapan
Ø akar
panjan, Fungsinya : mencari air lebih banyak
3.
Raflesia, Bunga Bangkai
Ciri khusus: mengeluarkan bau busuk, Fungsinya : menarik serangga untuk
membantu penyerbukan
4.
Teratai
Ciri khusus:
Ø daun
lebar dan tipis, Fungsinya : mempercepat penguapan air
Ø batang
berongga, Fungsinya : menyimpan oksigen untuk bernafas / mengapung
5.
Enceng gondok
Ciri khusus:
Ø batang
menggelembung, Fungsinya : mengapung di air
Ø akar
serabut dan lebat, Fungsinya : menjaga keseimbangan dari terjangan arus air
6.
Venus (kejora)
Ciri khusus:
Ø rambut
peka, Fungsinya : untuk mendeteksi mangsa
Ø daun
berengsel dan berbulu, Fungsinya : menjebak
serangga
Ø menghasilkan
cairan enzim, Fungsinya : mencerna serangga
untuk memenuhi kebutuhan nitrogen
7.
Tumbuhan Embun Matahari
Ciri khusus:
Ø terdapat
titik –titik cairan yang gemerlap bila terkena sinar matahari, Fungsinya :
untuk memancing serangga agar menghampirinya
Ø jika
serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut, helai-helai daun
akan mengakup, Fungsinya : untuk mencengkeram serangga dihancurkan dengan air
pencerna
8.
Jati, mahoni, kapas dan kedondong
Ciri khusus: menggugurkan daun di musim kemarau (meranggas), Fungsinya :
mengurangi penguapan
9.
Bakau
Ciri khusus: memiliki akar tunjang dan menjulang, Fungsinya : melindungi dari
ombak (abrasi) dan bernafas (menghirup oksigen)
10.
Talas dan keladi
Ciri khusus: berdaun lebar
dan tipis, Fungsinya : mempercepat penguapan
11.
Pisang
Ciri khusus: daun bagian
bawah berlapis lilin, Fungsinya : mengurangi penguapan
12.
Mawar, salak, putri malu, bougenvile
Ciri khusus: batang
berduri, Fungsinya : melindungi diri
13.
Rumput, kunyit dan jahe-jahean
Ciri khusus: mengeringkan
daun pada musim kemarau,Fungsinya : mengurangi penguapan
14.
Kangkung
Ciri khusus: batang
berongga, Fungsinya : menyimpan udara dan bernafas
15.
Padi dan jagung
Ciri khusus: menggulungkan
daun saat panas, Fungsinya : mengurangi penguapan
16.
Beringin
Ciri khusus: akar gantung,
Fungsinya : menghirup uap air dan gas
17.
Durian dan nangka
Ciri khusus: buah berduri,
Fungsinya : melindungi diri
18.
Kamboja, nangka
Ciri khusus:
menghasilkan getah, Fungsinya :
melindungi diri
19.
Lidah buaya
Ciri khusus: daun tebal
dan berair, Fungsinya : menyimpan cadangan air
D. Penggolongan Hewan
1.
Berdasarkan Tempat Hidup
Ø Hewan
darat : sapi, kambing, kerbau,
cacing, burung
Ø Hewan
air : ikan cumi-cumi, udang, ubur-ubur,
belut, lele
Ø Hewan
darat dan air : katak, salamander
2.
Berdasarkan Jenis Makanan
Ø Hewan
pemakan tumbuhan (herbivora) : sapi, kambing, kelinci, ikan, gurame, burung
kaka tua
Ø Hewan
pemakan daging (karnivora) : harimau, singa, serigala, buaya, pelikan, hiu,
paus, lumba-lumba
Ø Hewan
pemakan tumbuhan dan hewan lain (omnivora) : ayam, bebek, tikus, kera
3.
Berdasarkan Penutup Tubuh
Ø Bersisik
: ikan, ular, buaya, cicak
Ø Berbulu
: ayam, burung, bebek
Ø Berambut
: kucing, anjing, sapi
Ø Cangkang
: siput, bekicot, kerang
Ø Berlendir
: cacing, lele, belut
4.
Berdasarkan Cara Bergerak
Ø Bergerak
menggunakan kaki : gajah, ayam, kucing, katak, kelinci
Ø Bergerak
menggunakan sayap : burung, kupu-kupu,
kelelawar
Ø Bergerak
menggunakan perut : ular, cacing, bekicot, siput,
Ø Bergerak
menggunakan perut dan kaki : kadal,
buaya, penyu, biawak, komodo
5.
Berdasarkan Cara Berkembang Biak
Ø Bertelur
(ovipar) : unggas dan burung, platypuus, buaya, penyu
Ø Melahirkan
(vivipar) : mamalia kecuali platypus (sapi, gajah, dll)
Ø Bertelur
dan melahirkan (ovovivipar) : ikan hiu, kadal, ular boa
6.
Berdasarkan Alat Pernafasan
Ø Paru-paru
: mamalia, burung dan unggas, kadal,
cicak
Ø Insang
: ikan, berudu, lele, hiu, kuda laut, udang, belut
Ø Trakea
: serangga (kupu-kupu, semut, laba-laba, kumbang)
Ø Kulit
: cacing tanah, katak
7.
Berdasarkan Cara Fertilisasi
(pembuahan)
Ø Fertilisasi
internal : ayam, sapi, buaya, paus, anjing laut
Ø Fertilisasi
eksternal : semua jenis ikan dan katak
E.
Penggolongan Tumbuhan
1.
Akar
Ø Serabut
: jagung, padi, tebu, enceng gondok,
pisang, salak, kelapa
Ø Tunggang
: jati, mangga, rambutan, bayam, kacang tanah
2.
Batang
Ø Berbatang
rumput : padi, jagung
Ø Berbatang
kayu : mangga, jeruk, rambutan
Ø Berbatang
basah : bayam, pisang, pacar air
Ø Batang
menjalar di tanah : semangka, mentimun,
ubi jalar
3.
Daun
Ø Tulang
daun menyirip : daun mangga, daun jambu, daun jeruk
Ø Tulang
daun melengkung : daun waru, daun sirih, enceng gondok, genjer
Ø Tulang
daun menjari : daun singkong, daun pepaya, daun anggur, daun jarak, daun kapas
Ø Tulang
daun sejajar : daun tebu, daun jagung, daun padi, daun pandan, rumput gajah
4.
Biji
Ø Berkeping
satu (monokotil) : padi, jagung, salak, kelapa, pinang
Ø Berkeping
dua ( dikotil) : kacang-kacangan, pepaya,
jambu, mangga, rambutan
5.
Tempat hidupnya
Ø Hidrofit
(hidup di air) : enceng gondok, teratai,
hydrilla
Ø Hygrofit
(tempat lembab) : talas, keladi,
tumbuhan paku, lumut
Ø Xerofit
(tempat kering) : kaktus
Ø Epifit (menempel) : anggrek, lumut, tumbuhan paku,
sirih
Ø Parasit
(menumpang) : benalu, tali putri,
raflesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar